Dibaca Normal
![]() |
Narasumber Kementerian Kesehatan RI, Rita Yulihane, memaparkan tentang situasi dan kebijakan programpemerintah untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kusta |
Bima, Poros NTB.- Kabupaten Bima dinyatakan sebagai satu dari 3 wilayah di NTB yang relatif masih mempunyai kasus kusta. Secara rasio, 1 di antara 10.000 penduduknya menderita Kusta.
Hal ini terungkap saat Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Penemuan Kasus kusta melalui kampanye eliminasi kusta, Rabu (28/11/18) di Aula SMKN 3 Kota Bima.
Dalam pertemuan yang digagas Kementerian Kesehatan RI, menggandeng Pemerintah Kabupaten Bima lewat Dinas Kesehatannya tersebut, Narasumber Kementerian Kesehatan RI, Rita Yulihane, memaparkan tentang situasi dan kebijakan programpemerintah untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kusta
.
“Kabupaten Bima merupakan salah satu dari 3 kabupaten kota di NTB yang memiliki rasio penderita penyakit kusta 1 berbanding 10.000 penduduk,” beber Rita.
“Sesuai target nasional maka harus dilakukan eliminasi hingga mencapai 0 per 10.000 penduduk,” tukasnya kemudian.
Menurutnya, salah satu solusi yang bisa dilakukan, yakni dengan mengintensifkan lebih dini dalam masa inkubasi yang cukup lama antara 1 sampai 5 tahun.
“Juga jangan sampai ditemukan penderita dalam kondisi cacat,” imbuh Rita.
Penyakit Kusta memang perlu ditakuti, karena dapat menyebabkan kecacatan, mutilasi (misalnya terputusnya salah satu anggota gerak seperti jari), ulserasi (luka borok), dan lainnya.
Karena itu Pemerintah Kabupaten Bima sendiri akan terus berupaya menggenjot peningkatan cakupan penanganan penyakit Kusta di wilayahnya.
Bupati yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima H. Qurban dalam sambutannya, menegaskan, Pemerintah Daerah akan komitmenmembantu dan intensif berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam penanganan kasus kusta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr. H. Ganis Kristanto dalam pengantarnya, memaparkan, bahwa pertemuan tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dengan Kementerian Kesehatan yang secara khusus menghadirkan 73 peserta.
Menurut H. Ganis, pertemuan di SMKN 3 Kota Bima tersebut ditujukan untuk lebih mengintensifkan penanganan kasus kusta di Kabupaten Bima. (Teddy)
COMMENTS