Dibaca Normal
Suasana pemblokiran jalan di Desa Tangga Kecamatan Monta, Rabu (29/7/20) |
Bima, porosntb.com-Kasus pembacokan terhadap Syafrudin warga Desa Tangga Kecamatan Monta yang diduga dilakukan oleh ayah dan anak, masih berbuntut panjang. Meski para tersangka sudah diamankan kepolisian, namun keluarga korban rupanya belum merasa puas.
Pantauan di lokasi, keluarga korban melakukan aksi blokir jalan di desa setempat pada, Rabu (29/7/20) siang. Aksi ini dipicu lantaran ayah korban yang pulang memberikan keterangan di Polres Bima melihat kedua terduga pelaku yakni Ismail dan Abdurrahman berada di luar ruang tahanan Polres Bima. Keluarga korban kecewa dan meminta agar kedua terduga pelaku dijebloskan ke dalam sel tahanan dan tidak dilepas liar di luar sel.
Warga memblokir jalan dengan balok kayu dan bebatuan tepat di depan rumah korban di RT 13 Desa Tangga. Kondisi ini menyebabkan arus lalulintas Tente-Parado dan Monta Dalam, lumpuh.
Kapolsek Monta IPTU Takim bersama personil lainnya tiba di TKP pemblokiran jalan dan langsung melakukan negosiasi dan memberikan pemahaman terhadap pihak keluarga korban yang melakukan pemblokiran jalan. Dalam arahannya, Kapolsek mengharapkan agar pihak keluarga korban membuka blokir jalan karena dapat mengganggu ketertiban umum dan mengharapkan pengertian dari pihak keluarga korban terhadap kepentingan dari para pengguna jalan karena sudah terjadi antrian panjang kendaraan akibat pemblokiran jalan tersebut.
Terkait kasus itu, berdasarkan keterangan saksi - saksi yang telah diperiksa, pihak Kepolisian sudah menetapkan 1 orang tersangka yakni Junaidin dan sudah ditempatkan di ruang tahanan Polres Bima.
Kanit Opsnal Sat Reskrim Polres Bima AIPDA Gatot Wahyudin juga tampak hadir di lokasi melakukan negosiasi dengan pihak korban dan keluarganya. Dalam kesempatan tersebut dia menghimbau kepada pihak korban dan keluarganya agar bersedia membuka jalan dan mengarahkan untuk ke Polres Bima guna mendengarkan keterangan dari Penyidik terkait penanganan kasus tersebut. Namun, pihak korban dan keluarganya tetap bersikeras melakukan pemblokiran jalan.
Sekitar pukul 16.30 Wita, blokir jalan baru dibuka kembali setelah ada kesepakatan. Antara lain, pihak korban akan mendatangi Polres Bima pada Kamis (30/7/20) besok. (*)
Penulis Edo
COMMENTS