Dibaca Normal
![]() |
Ketua STKIP Tamsis Bima saat melakukan kunjungan ke Al Wildan Tahfiz international Islamic school dan diterima langsung oleh pendiri/konseptor Dr Abdurahim |
Bima, porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima memang beda. Kampus pendidikan terkemuka di Bima itu selalu terdepan dalam segala lini. Hal ini terbukti dari berbagai prestasi yang ditorehkan menjadi indikator bahwa kampus tersebut memang selangkah lebih maju.
Sebagai kampus yang fokus di bidang pendidikan, "Kampus Merah" sudah menunjukkan taring di dunia internasional dengan berbagai program kerjasama yang dicanangkan. Seperti kerjasama antar perguruan tinggi terkemuka di Malaysia dan Filipina untuk pengembangan di bidang keilmuan dan SDM, baik mahasiswa maupun dosen.
Kini, kampus yang bermarkas di Kabupaten Bima itu kembali melebarkan sayap menjajaki kerjasama dengan salah satu sekolah islam bertaraf internasional untuk pengembangan misi kampus dengan program unggulan Iklim Dzikir. Memang, program ini sudah berjalan dengan baik dan terarah selama beberapa tahun terakhir. Karena kampus setempat tidak saja fokus pada bidang keilmuan, tapi juga berorientasi pada pembangunan karakter Islami terhadap civitas akademika setempat.
Untuk itu, dalam menyukseskan program Iklim Dzikir ini lembaga perguruan tinggi pendidikan Taman Siswa Bima mengunjungi Al Wildan Tahfidz International Islamic School yang berkedudukan di Serpong, Tangerang. STKIP Tamsis dan sekolah islam bertaraf internasional itu akan menjalin kerjasama dalam penguatan iman dan taqwa program Tahfidz .
Hal ini disampaikan Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi. Diakui, pekan lalu pihaknya sudah menemui pendiri/konseptor Wildan Tahfiz Internasional School. Kerjasama ini tentu akan membawa manfaat yang baik bagi penguatan iklim dzikir di kampus setempat. Sebab, tahun ini bagi mahasiswa baru Hafiz 25-30 juz di kampus setempat akan mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Pun demikian dengan para dosen akan diberikan fasilitas khusus.
"Kenapa kita menjalin kerjasama dengan Wildan Tahfiz Internasional, karena di Taman Siswa ini sejak tahun 2015 lalu, arah pengembangan Imtaq dalam program Iklim Dzikir telah mengalami perkembangan yang signifikan. Hal itu ditandai dengan 50 hafiz dari mahasiswa dan dosen sudah setor hafalan dari beberapa surat-surat tertentu, 1 juz, 3, 5 sampai 20 juz.
Di kampus Tamsis juga sudah memiliki rapor beradab untuk dosen dan pegawai dan indikatornya mendukung visi beradab, misi iman Taqwa itu, sholat berjamaah, iklim sholat, puasa sunah ,dhuha, infak-sedekah
Tradisi ini mengalami pembaharuan dengan memberikan fasilitas khusus bagi mahasiswa, dosen dan pegawai yang serius di bidang tersebut," tuturnya.
Kerjasama ini akan diawali dengan kegiatan visi ting leader, Bertukar pengalaman nanti juga bisa berkembang mahasiswa, lulusan juga dosen yang memiliki kemampuan tahfiz berpeluang untuk ikut belajar di sana. Bisa dalam sekali semester atau sekali setahun berkunjung.
Selain itu, yayasan Taman Siswa sendiri akan membuka kemungkinan membangun sekolah islam terpadu, sebagai laboratorium sekolah pendidikan. Sehingga diperlukan pemahaman tentang bagaimana tata kelola pengembangan sekolah unggulan.
"Sementara ini kita saling mengunjungi, nanti bila beliau Dr Abdurrahim (Pendiri Wildan Tahfiz Internasional School) pulang kampung akan berbagi pengetahuan pengalaman," terangnya.
Di samping itu, Dr Ibnu juga sudah mengunjungi langsung sekolah tersebut dan belajar beberapa hal pokok seperti hubungan yayasan dan pimpinan melihat lebih dekat tata ruang 3 sekolah berlantai 3 sampai 5 dengan fasilitas memadai, SDM guru-guru unggul dari puluhan negara.
Yang paling menonjol dari sekolah tersebut yaitu kesadaran masyarakat untuk memilih sekolah unggul tempat sekolah bagi putra-putrinya meski dengan biaya relatif mahal (50 juta) untuk biaya masuk.
Berada di daerah masyarakat ekonomi menengah ke atas adalah faktor pendukung utama. Dimana siswa setempat didominasi masyarakat berekonomi menengah ke atas.
Wildan School sedang terus membangun, fasilitas semakin lengkap karena setiap tahun siswanya terus meningkat. Bahkan saat ini siswanya sudah ada sebanyak 3500 yang tersebar di 5 titik sekolah termasuk nantinya di Benhil dan Lebak Bulus Jakarta.
"Sekolah tersebut bisa berkembang pesat karena jejaring nasional dan internasional yang sudah dibangun dengan visi besar yang sangat kuat.
Menurutnya, antara pemilik Al Wildan Tahfiz Internasional dengan STKIP Tamsis Bima memiliki chemistry dan punya sejarah panjang.
"Dr Abdurrahim ini adalah orang yang mengagumi pembina yayasan Tamsis (Drs Sudirman (guru), Karena beliau adalah lulusan sekolah pendidikan guru berdarah Hu'u-Parado, dengan ketua Tamsis pernah satu Alma ter di Mataram, hijrah ke provinsi karena punya keunggulan memiliki bahasa Inggris yang baik, berkualifikasi untuk sejak SD sampai SPG dan memiliki visi kewirausahaan yang kuat," bebernya.
Selain itu, pendiri Wildan Tahfiz Internasional juga sangat aktif mendirikan wirausaha pendidikan. Seperti Al Fajar, Sekolah Unggulan Islam Terpadu Abu Hurairah berlokasi di Mataram.
"Beliau hijrah menjadi konsultan Kementerian Agama dan puluhan sekolah Unggulan di Jabodetabek sembari melanjutkan program doktornya di Universitas Negeri Jakarta," tutup lelaki humanis ini. (*)
Penulis Edo
COMMENTS